Home » Berita » 5 Fakta Jurnalis AS yang Tewas Dipenggal Teroris di Karachi

5 Fakta Jurnalis AS yang Tewas Dipenggal Teroris di Karachi

Washington – Seorang jurnalis asal Amerika Serikat bernama Daniel Pearl tewas dengan cara dipenggal oleh teroris di Karachi, Sindh, Pakistan. Ia dibunuh setelah sempat diculik sejak 23 Januari 2002. Aksi pembunuhan tersebut bahkan direkam dalam sebuah video berjudul ‘The Slaughter of the Spy-Journalist’ dengan durasi 3 menit, 36 detik.

Mengutip dari South Coast Herald, Daniel adalah seorang Kepala Biro Asia Selatan untuk The Wall Street Journal yang berbasis di Mumbai, India. Dia diculik saat ingin melakukan wawancara dengan Sheikh Mubarak Ali Gilani di Village Restaurant yang terletak di pusat kota Karachi. Daniel diculik oleh kelompok militan yang menyebut dirinya Gerakan Nasional untuk Pemulihan Kedaulatan Pakistan.

Penculikan Daniel ini mulanya dimaksudkan untuk meminta tebusan atas tiga narapidana Pakistan yang dipenjara di Guantanamo Bay, Kuba. Namun permintaan tersebut ditolak oleh Amerika, sehingga Daniel pun akhirnya di eksekusi oleh para teroris pada 1 Februari 2002.

Di balik kematiannya yang tragis, terdapat beberapa fakta tentang bagaimana sosok Daniel Pearl sebagai seorang jurnalis yang sangat berdedikasi terhadap profesi. Fakta tersebut terangkum dalam kata pengantar pada buku ‘At Home in The World’ karya Daniel sendiri yang ditulis oleh sang istri, Mariane Pearl.

  1. Penjelajah

Pria yang kerap disapa Danny ini adalah seorang internasionalis. Begitulah sang istri berusaha menggambarkan sosoknya. Wanita yang juga berprofesi sebagai jurnalis ini mengatakan bahwa pekerjaan telah membawa ia dan suami menjelajahi satu tempat ke tempat lain untuk menyalurkan informasi.

Hal tersebut membuat keduanya seolah menjalani hidup tanpa mengenal perbatasan sehingga mendeklarasikan diri sebagai warga dunia. Di samping itu, Mariane juga merasa profesi jurnalis telah membawa keduanya menjadi pribadi yang melampai kosmopolitan sehingga memiliki wawasan yang luas.

  1. Selalu Berpikir Positif

Meskipun dituntut untuk menjadi netral, berbagai karakter narasumber terkadang akan menimbulkan sebuah persepsi. Namun tidak dengan Daniel. Bagi Mariane, Daniel adalah pribadi yang tidak berprasangka terhadap orang-orang yang diwawancarainya. Ia memiliki kecenderungan alami untuk memercayai setiap individu yang ia temui.

  1. Bersikap Toleran

Daniel terlahir dari kedua orang tua yang menganut kepercayaan Yahudi. Ayahnya, Judea Pearl, berasal dari Israel, sedangkan ibunya, Ruth Pearl , berasal dari Baghdad, Irak. Ia pun menetapkan diri dengan kepercayaan yang sama.

Meski demikian, dia tidak pernah memandang agama lain dengan sebelah mata. Dia bahkan menikahi seorang wanita yang beragama Buddha. Tak hanya itu, berdasarkan keterangan istri, Daniel adalah orang yang tidak pernah melihat agama, ras atau status sosial ketika pertama kali bertemu dengan seseorang.

  1. Jurnalis Sejati

Mariane mengatakan bahwa suaminya, Daniel, begitu mencintai profesi yang digeluti. Saat menulis artikel, Daniel akan benar-benar memposisikan diri sebagai subjek tulisannya sehingga dia mampu mengungkapkan apa yang mereka rasakan.

Daniel selalu bekerja siang dan malam demi melacak fakta selama berminggu-minggu. Dia akan memperoleh kesenangan saat menemukan detail terkecil yang akan membuat cerita lebih hidup.

  1. Pecinta Kebenaran

Mariane menceritakan bahwa Daniel sering berpergian ke tempat berbahaya demi menemukan kisah-kisah yang tak terduga. Dia adalah pemburu kontradiksi manusia, termasuk absurditas yang kecil dan sangat besar.

Mariane mengatakan bahwa Daniel sangat menghargai kebenaran dan menjadikannya sebagai pedoman kepercayaan. Dia melakukan perjuangan seumur hidupnya untuk melawan kebijaksanaan konvensional.

Dalam perjalanannya dari masjid dan desa, gurun dan kota-kota dunia, Daniel telah menjadi saksi kesulitan komunikasi antara manusia. Bagi Mariane, Daniel seperti pejalan kaki yang kuat, seorang yang sederhana, dan dengan senang hati menghubungkan dunia dengan tulisan-tulisannya.

Daniel tidak ingin orang-orang disandera kepercayaannya oleh kebohongan yang dibuat-buat oleh manusia. Dia selalu berkomitmen untuk menjadi sarana yang dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik bagi dunia.

About BEM